English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese
Tampilkan postingan dengan label Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus. Tampilkan semua postingan

Antusias Masyarakat Untuk Melihat Secara Dekat Para Penderita Keracunan Makanan

Antusias Masyarakat Untuk Melihat Secara Dekat Para Penderita Keracunan Makanan pada Seminar Karakter (23/10/2011), suasana di RSUD MM. Dunda Limboto Dipenuhi Pengunjung dan Keluarga Penderita.










 Wawancara RRI Gorontalo kepada dokter yang menangani kasus keracunan tersebut


Sampai dengan saat ini, jumlah penderita yang masuk di RSUD MM Dunda Limboto belum dapat di pastikan karena, masih ada korban yang berdatangan, korban tersebut para korban yang sempat memakan Makanan Paket tersebut yang di bawah kerumah oleh peserta seminar tersebut. (26/10) by rid.

Akibat Keracunan Makanan, 2 Orang Meninggal Dunia

Gorontalo - (Rabu, 26.10.2011) Akibat keracunan makanan, dua orang guru meninggal dunia dan puluhan lainnya harus dirawat intensif di Rumah Sakit Dr Dunda Limboto Gorontalo. Keracunan itu diduga akibat makanan yang diberikan saat mengikuti seminar sehari pendidikan karakter guru di Gorontalo. Pihak kepolisian mengalami kesulitan menyelidiki kasus keracunan massal ini, karena sampel makanan sudah tidak ada karena kejadian sudah berlangsung tiga hari.

Hingga Selasa malam puluhan korban keracunan makanan terus berdatangan dan dirawat diruang unit gawat darurat Rumah Sakit Dr Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo. Sebagian besar korban adalah guru yang pada hari Minggu kemarin mengikuti seminar sehari pendidikan karakter guru di Kecamatan Bongomewe, Kabupaten Gorontalo. Mereka mengalami gejala pusing serta muntah-muntah setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan panitia seminar. Anehnya reaksi racun itu baru dirasakan sehari setelah mengkonsumsi makanan tersebut.

Hal yang sama juga dialami Hariyati, istri Harson dan anaknya bernama Putri Rahayu yang baru berumur 6 tahun. Hingga Selasa malam, jumlah korban keracunan yang dirawat di Rumah Sakit Dr Dunda Limboto berjumlah 25 orang. Dua diantaranya meninggal dunia. Keduanya adalah  Dra.Deliana Hippy, guru SMK Negeri 1 Limboto dan seorang lagi bernama Muhammad Braidi Ismail, 14 tahun siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Limboto. (Tim Liputan/Sup)