English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese
Tampilkan postingan dengan label SEA Games 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEA Games 2011. Tampilkan semua postingan

Myanmar Ungguli Vietnam

Logo SEA Games XXVI (Foto: Ist)
Logo SEA Games XXVI (Foto: Ist)
JAKARTA - Myanmar berhasil unggul di babak pertama laga perebutan medali perunggu (tempat ketiga) SEA Games XXVI cabang sepak bola. Gol Myanmar dicetak oleh Kyaw Zeyar Win melalui eksekusi tendangan bebas.

Myanmar sejatinya bermain dalam tekanan. Sejak menit awal babak pertama, Vietnam benar-benar mengurung lini belakang Myanmar.

Vietnam sempat mendapat peluang di menit ke 9 melalui pham than luong. Kapten tim Vietnam ini berhasil melepas tendangan keras, namun berhasil ditepis kiper. Namun karena tepisan tidak sempurna bola malah terlepas dan nyaris disambar oleh Nguyen Van Quyet.

Asyik menyerang malah membuat Vietnam lengah. Pada menit ke 35 Myanmar malah mengungguli Vietnam lewat tendangan bebas yang dieksekusi oleh Kyaw Zeyar Win. Kiper tidak bisa menangkap bola dengan sempurna sehingga memantul ke dalam gawang Vietnam.

Alhasil gol tersebut membuat Myanmar secara mengejutkan mengungguli Vietnam dengan skor 1-0. Skor tersebut bertahan hingga jeda setelah para pemain Vietnam gagal mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.

Susunan Pemain Kedua Tim:

Myanmar : GK. 18 Thihasthu, 4 Zaw Min tun, 5 Yan Aung Win, 6 Aye San (C), 7 Yan Aung Kyaw, 8 Aung Myint Aye, 10 Kyaw Ko Ko, 11 Pyaye Phyo, 13 Kyaw Kyaw Myo, 14 Kyaw Zeyar Win, 19 Shwe Hlaing Win.

Vietnam: GK 1 Nguyen Tuan Manh, 3 Nguyen Thanh Long Giang, 4 Au Van Hoan, 5 Ngo Hoang Thinh, 8 Nguyen Trong Hoang, 9 Le Van Thang, 12 Nguyen Van Quyet, 14 Chu Ngoc Anh, 15 Truong Huynh Phu, 19 Pham Than Luong (C), 22 Hoang Van Binh

Naik di Atas Atap Bus, Akan Disetop!

Suporter Indonesia.(foto: Heru Haryono/Okezone)
Suporter Indonesia.(foto: Heru Haryono/Okezone)
JAKARTA - Pecinta sepak bola yang berniat menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno diimbau untuk tetap menjaga disiplin dalam berlalu lintas. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas mengatakan petugas akan menindak bila menemukan fans Timnas yang melanggar lalu lintas.

"Jangan sampai naik di atas bus, nanti kalau naik di atas bus akan disetop terus disuruh turun," kata Dwi Sigit di SUGBK, Jakarta, Senin (21/11/2011).

Tambahnya, petugas sudah berjaga di perbatasan wilayah masing-masing untuk mengantisipasi adanya penonton yang melanggar lalu lintas. "Yang dari Bekasi, Tangerang dan Depok sudah standby di perbatasan wilayah, jadi kalau ada yang melanggar langsung disetop," paparnya.

Pada saat yang sama Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Pol Agung Budi Maryoto mengatakan sekira 4.077 pasukan keamanan gabungan Polri, TNI dan Satpol PP akan diturunkan untuk mengamankan jalannya pertandingan final sepak bola SEA Games XXVI yang digelar sore ini.

Angka tersebut bertambah. Sebelumnya diberitakan pasukan kemanan yang diturunkan untuk mengamankan SUGBK ada sekira 2.877 personel. Selain itu, Polri juga menurunkan anjing pelacak untuk mengendus kemungkinan ada yang membawa barang yang membahayakan.

Penutupan SEA Games, Lima Layar Besar Disiapkan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
PALEMBANG - Panitia penyelenggara, Inasoc mengaku akan memberikan paket penyelenggaraan yang lebih baik pada upacara penutupan SEA Games ke-26, Selasa (22/11/2011). Salah satu faktor yang jadi perhatian utama adalah penyediaan layar raksasa (giant screen).

Seperti diketahui, pada upacara pembukaan yang digelar di Stadion utama Gelora Jakabaring, 11 November lalu, panitia dianggap gagal menyelenggarakannya dengan sukses. Ini tak lepas dari kekecewaan masyarakat yang tidak bisa masuk ke stadion untuk menyaksikan "spektakulernya" acara tersebut.

Kala itu, ratusan masyarakat Palembang kecewa karena tidak bisa masuk ke dalam stadion karena mereka tidak memiliki tiket. Alhasil, kericuhan pun sempat terjadi di depan gerbang masuk Jakabaring Sports Complex.

Tak hanya warga, wartawan dari Jakarta dan Palembang pun mengaku kecewa karena tidak semuanya bisa masuk dalam stadion. Panitia hanya memberikan batasan jumlah wartawan untuk meliput ke dalam stadion.

Nah, berkaca pada kejadian tersebut, Inasoc berjanji akan memberikan paket yang lebih baik pada acara penutupan. Untuk mengakomodir masyarakat yang tidak bisa masuk ke dalam stadion, panitia akan menyediakan lima layar besar (big screen) yang akan ditempatkan di luar area Jakabaring.

"Akan ada lima giant screen di luar untuk mengakomodir masyarakat yang tidak bisa masuk, sehingga mereka bisa menyaksikan dari luar," tutur Indra Yudhistira Ramadhan selaku Deputi Upacara dan Kegiatan Budaya Inasoc.

Permasalahan lain yang terjadi pada upacara pembukaan adalah cuaca yang tidak menentu di Palembang. Diketahui, hujan sempat turun di tengah acara atau pada saat defile kontingen, pidato Menpora dan ketua KONI/KOI, serta prosesi penyalaan obor yang dilakukan oleh Susi Susanti.

Menyikapi hal ini, pihak panitia mengaku akan mengantisipasinya dengan menambah pawang hujan. "Kami akan menambah dua pawang hujan (total 3), dan salah satunya dari luar Palembang. Mudan-mudahan merekan bisa berkolaborasi agar upacara penutupan tidak hujan," sambungnya.

Untuk permasalahan tiket masuk untuk menyaksikan acara penutupan, Indra mengatakan bila harga tiket tidak jauh dari pembukaan. "Harga tiket berkisar Rp250 ribu hingga 1.5 juta," pungkasnya.

Final Masih 5 Jam Lagi, Calon Penonton Padati GBK

Suasana pembelian tiket.(foto: A Firdaus/okezone)
Suasana pembelian tiket.(foto: A Firdaus/okezone)
JAKARTA - Calon penonton mulai memadati kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta kendati pertandingan final cabang olahraga Sepakbola SEA Games 2011 antara Timnas U-23 Indonesia melawan Timnas U-23 Malaysia baru digelar nanti malam (21/11/2011) pukul 19.30 WIB.

Baru pukul 12.30 WIB, Suporter Indonesia dengan atribut merah khas Timnas Indonesia terlihat mengerubung di area sekitar stadion GBK, kebanyakan orang di antaranya masih mencari tiket untuk pertandingan, yang lainnya menunggu sampai pertandingan digelar.

"Masih cari tiket mas, belum dapat buat kategori 1. Bingung mau beli di mana, katanya sudah pada habis," ungkap Revi kepada Okezone, Senin (21/11/2011).

"Ya, dari sekarang aja datangnya, takut kalau datangnya mepet, susah masuk seperti lawan Malaysia di penyisihan grup kemarin," ujar salah satu calon penonton Eka.

Beberapa mobil Barracuda juga terlihat melintas di sekitar kawasan Stadion GBK untuk mengamankan pertandingan.

Pertandingan sendiri antara Vietnam melawan Myanmar yang memperebutkan medali perunggu akan digelar pukul 16.00 WIB. Partai puncak sendiri akan dimainkan pukul 19.30 antara Indonesia melawan Malaysia.

Duo Papua Bawa Garuda Muda ke Final


Foto: Titus Bonai (kanan)/ Heru Haryono
Foto: Titus Bonai (kanan)/ Heru Haryono
JAKARTA – Dua pilar penting timnas Indonesia asal tanah Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai, menjadi bintang, pada laga semi final malam ini, kontra Vietnam. Keduanya menyumbang masing-masing satu gol, untuk membuat Indonesia merebut tiket ke final cabang Sepakbola.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain dengan tempo cepat untuk masing-masing memberi kejutan. Akan tetapi, pertahanan kedua tim juga bermain dengan kedisiplinan tinggi, sehingga sejumlah peluang, masih dapat digagalkan barisan belakang Indonesia dan Vietnam.

Sempat mendominasi serangan, Vietnam mulai tercecer dan kerepotan ketika di pertengahan kedua, tim Garuda Muda mampu mencuri inisiatif serangan, sehingga beberapa aggressor Indonesia beberapa kali meneror pertahanan Vietnam, meski akhirnya kurang beruntung atau diselamatkan kiper Vietnam, Tran Buu Ngoc.

Indonesia terhitung punya banyak peluang emas, melalui aksi Andik Vermansyah, Titus Bonao, Okto Maniani dan Patric Wanggai. Tapi lagi-lagi kiper Vietnam masih mampu mengamankan sarangnya dari bola.

Vietnam juga tak kering peluang. Satu-satu-satunya peluang emas yang didapat, lahir dari aksi Hoang Dinh Tung, yang lepas dari kawalan dan berakselerasi melewati Hasim Kipuw, di sisi kanan pertahanan Indonesia. Tapi kesigapan kiper Kurnia Meiga membuat Hoang gigit jari. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.

Sejak wasit memulai jalannya babak kedua, Indonesia tak mau kecolongan inisiatif. Agresivitas Okto Maniani cs sontak langsung merongrong pertahanan ‘negeri Nguyen’ tersebut. Gol pembuka, lahir dari kaki kiri Patrich Wanggai di menit ke-61. Patrich yang memanfaatkan tendangan bebas yang dimiliki Indonesia, melakukan tugasnya dengan baik.

Sepakan keras mendatarnya, melewati kaki-kaki dari pagar betis pemain-pemain Vietnam. Sempat berusaha diselamatkan kiper Tran Buu Ngoc, tapi derasnya bola tak sanggup dibendung dan menembus jaring gawang Vietnam. Skor berubah 1-0 untuk Garuda Muda.

Tim asuhan Rahmad Darmawan itu, seakan tak puas akan satu gol. Titus Bonai dan Egi Melgiansyah, masing-masing mendapat peluang yang kembali membuat kiper Vietnam berjibaku dengan sengit, masing-masing di menit ke-68 dan 76. Tapi keduanya masih gagal menyarangkan bola lagi ke gawang Vietnam.

Vietnam yang berusaha keluar dari tekanan, kembali harus tersedak gol kedua, melalui kaki kiri Titus Bonai, yang sempat mengenai pemain belakang Vietnam. Kiper Tran Buu Ngoc yang sempat bermain fantastis, harus memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya, di menit ke-89. Papan skor pun kembali berubah 2-0 untuk Indonesia.

Sampai sang pengadil meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor tetap tak berubah 2-0. Kemenangan ini, membawa Indonesia kembali bertemu Malaysia di final, yang sebelumnya menekuk Myanmar, 1-0 di semi final pertama.

Susunan Pemain:
Indonesia: Kurnia Mega, Mahadiga Lasut, Egi Melgiansyah/Hendro Siswanto(80’), Octovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo, Hasim Kipuw, Andik Vermansyah, Diego Michiels, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Abdul Rahman.

Vietnam: Tran Buu Ngoc, Au Van Hoan/Duong Thanh Hao (86’), Ngo Hoang Thihn/Le Hoang Thien (70’), Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh (83’), Nguyen Trong Hoang, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Hyunh Phu, Pham Than Luong, Lam Anh Quang.

Lagi, 2 Emas dari Cabang Wushu

Foto: Lindswell dan Aldy Lukman/Achmad Firdaus (okezone)
Foto: Lindswell dan Aldy Lukman/Achmad Firdaus (okezone)
JAKARTA - Hari ini Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Indonesia kembali menyumbangkan dua emas. Setelah kemarin 2 emas dari nomor nanquan putra putri. Kali ini emas yang didapat dari Lindswell dan Aldy Lukman.

Emas pertama didapat dari Aldy yang turun di nomor Changquan Men. Dia meraih nilai tertinggi dengan 9.74 poin. Aldy mengalahkan pw-wushu dari Vietnam Xuan Hiep Tran dengan 9.72 poin, dan rekan senegara Aldy, Achmad Hulaefi yang harus puas dengan meraih perunggu, setelah mendapatkan nilai 9.71.

Sedangkan Lindswell yang turun di nomor Taiji Jian Woman, juga berhasil mendapatkan nilai tertinggi dari juri, yaitu 9.73 poin. Nilainya tersebut mengalahkan pesaing dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.

Malaysia lewat atletnya, Shin Yii Ng hanya mampu meraih 9.71 poin dan Ling En Valerie Wee dari Singapura dengan 9.70 poin.

Selain emas, indonesia juga mendapatkan perak dari nomor Chang Quan Woman yang diperoleh Susyana Tjhan dengan 9.70 poin. Susyana hanya berbeda tipis dengan peraih emas dari Vietnam Mai Phuonf Nguyen yang memiliki nilai 9.71 poin. Sedangkan untul perunggu jatuh ke tangan pe-wushu Vietnam, Thi Phuong Guang Hoang dengan 9.43 poin.

Sementara raihan medali perunggu diperoleh Dessy Indri Astuti yang turun di nomor Nan Dao Women. Serta Achmad Hulaefi yang turun di nomor Chang Quan Man.

Putri Thailand Saksikan Laga Final Bulutangkis

HRH Thai Princess Sirivannavari Nariratana.(foto:IST)
HRH Thai Princess Sirivannavari Nariratana.(foto:IST)
JAKARTA - Putri HRH Princess Sirivannavari Nariratana mengunjungi kontingen dan oficial Thailand di Istora Senayan Jakarta, Senin ini. Kehadiran Sirivannavari itu merupakan bentuk dukungan kepada tim putri Negeri Gajah Putih yang berhasil masuk final beregu cabang bulutangkis SEA Games XXVI/2011.Putri Raja Bhumibol Adulyadej itu, hadir mendukung penuh Porntip Buranaprasertsuk dkk.

Mantan atlet bulutangkis Indonesia Susi Susanti, yang dikenal cukup dekat dengan putri Sirivannavari mengatakan, Putri Raja Thailand itu selain menyaksikan langsung pertandingan untuk mendukung tim negara nya juga berniat untuk bermain.

Susi menuturkan, sang putri yang menyempatkan hadir menyaksikan cabang sepak takraw di Palembang beberapa hari lalu menyukai bulutangkis.

“Mungkin saja akan main. Dia memang suka bermain bulutangkis,” ungkap Susi kepada HATTRICK. Tapi menurut Susi, sang putri itu tidak akan turun karena dijadwalkan menonton langsung partai final antara Thailand bertemu tuan rumah Indonesia.

“Saya beberapa kali diundang ke Thailand dalam kesempatan seperti kejuaraan. Tapi sebagai tamu. Putri Thailand memang suka dengan bulutangkis,” terangnya.

Sebelum pertandingan final beregu putri, Putri Sirivannavari bercengkerama dengan atlet, pelatih, dan ofisial Thailand.

Ini Formasi Tim Putri Hadapi Thailand di Final

Ofisial Thailand memasuki arena.(foto:Huyogo)
Ofisial Thailand memasuki arena.(foto:Huyogo)
JAKARTA - Indonesia berpeluang meraih medali emas dari cabang bulutangkis SEA Games XXVI/2011 di Istora Senayan Jakarta, Senin (14/11). Tim putri Indonesia akan menghadapi Thailand pada pukul 15.00 WIB. Kedua kontestan berhasil menembus final setelah kemarin (13/11) mampu menembus semi final beregu putri.

Dalam susunan pemain yang dikeluarkan panitia, Lindaweni Fanetri kembali menjadi andalan di partai pertama menghadapi Porntip Buranaprasertsuk. Tunggal pertama Indonesia ini sudah dua kali berturut-turut main di partai pertama setelah sebelumnya bermain di babak perempat final dan semi final.

Perubahan formasi juga terjadi di partai kedua. Ganda pertama yang diturunkan ialah Feinya Agustine/Krisinda Maheswari. Srikandi ini akan menghadapi Duanganong Aroonkerorn/Kunchala Voravichitchaekul.

Sedangkan peringkat dunia Firdasari Adrianti akan bertemu Ratchanok Intanion. Sementara di partai keempat, pasangan Vita Marissa akan turun bersama Lilyana. Perubahan dilakukan setelah sebelumnya Vita yang berpasangan dengan Melati kalah di semifinal oleh pasangan Malaysia. Mereka akan menghadapi Savitree Amitrapai/Saralee Thoungthongkam.

Di partai kelima tunggal ketiga Indonesia Bellaetrix Manuputy akan berhadapan dengan Sapsiree Taerattanachai. Bella sendiri belum pernah tampil sekalipun pada partai beregu putri.

Garuda Muda Tembus Semifinal

Tibo setelah mencetak gol /Heru Haryono
Tibo setelah mencetak gol /Heru Haryono
JAKARTA – Timnas U-23 Indonesia memastikan satu tempat di semifinal setelah mengalahkan Thailand 3-1 dalam laga penyisihan Grup A di stadion Gelora Bung Karno, Minggu (13/11/2011). Hasil ini juga otomatis menutup peluang Negeri Gajah Putih ini lolos ke semifinal.

Gol kemenangan garuda Muda dicetak oleh Titus Bonai di menit ke-34, Patrick Wangai di menit ke-61 dan Ferdinand Sinaga pada masa injury time babak kedua. Thailand hanya mampu membalas lewat tendangan penalti Ronnachai Rangsiyo di menit 50.

Thailand yang bermain dengan 10 orang sejak menit ke-12 karena bek kiri mereka Theeraton Bunmathan mendapat kartu kuning kedua setelah mengganjal Andik Virmansyah di luar kotak penalti, pada awal pertandingan mampu mengimbangi permainan Garuda Muda. Unggul jumlah pemain membuat, Indonesia mampu mendominasi pertandingan di 45 menit pertama.

Indonesia mendapat peluang di menit ke-17 ketika Diego Michels mampu menyundul bola hasil tendangan sudut. Sayang, bola masih dapat ditepis kiper Thailand Komkrit Cumsokcheak.

Tim Gajah Putih mencoba bangkit dengan melakukan serangan balik di menit ke-19 lewat Natarid Thammroddodpon, namun tendangannya masih ditepis Kurnia Meiga. Timnas U-23 kembali mendapatkan peluang saat tendang dari luar kotak penalti Diego mesih membentur mistar pada menit ke-27.

Indonesia mampu memecah kebuntuan ketika akselerasi Hasim Kipuw yang langsung mengirim umpan silang dari sisi kanan pertahanan Thailand dan disambut dengan tandukkan Tibo di menit ke-34 yang membawa Merah Putih unggul 1-0.

Indonesia sesungguh mendapat satu lagi peluang emas di menit 39, sayang Andik kurang tenang setelah mendapat umpan dari Tibo sehingga bola melambung di atas mistar gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir, belum ada lagi gol yang tercipta.

Babak kedua

Thailand yang berada dalam posisi tertinggal mencoba mengambil inisiatif serangan sejak babak kedua dimulai. Thammroddodpon yang sering membongkar pertahanan Timnas U-23 terpaksa harus diganjal Abdul Rahman di menit ke-50 di kotak terlarang sehingga Thailand dihadiahkan penalti.

Kapten Ronnachai Rangsiyo yang menjadi algojo sukses menaklukkan kiper Kurnia Meiga sehingga membuat kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol itu, para pemain Indonesia tampak terlecut untuk kembali memimpin. Serangan terus dilancarkan para pemain Garuda Muda hingga pada menit ke-61, tendangan sudut Egi membuat kemelut di depan gawang Thailand mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Patrick Wanggai melalui sundulan kepalanya sehingga membawa Indonesia kembali unggul 2-1.

Thailand harus bermain dengan sembilan orang ketika Ekkasit Chaobut dikartu merah wasit karena menerjang secara kasar Andik di menit ke-75. Unggul jumlah pemain, tim asuhan Rahmad Darmawan ini mencoba mencetak gol kembali, kendati Tim Gajah Putih terus mencoba mengimbangi permainan Gunawan Dwi Cahyo cs.

Indonesia mampu memperbesar keunggulan di masa injury time saat Patrich Wanggai dengan jeli memberi umpan kepada pemain pengganti Ferdinand Sinaga yang tak terkawal. Ferdinand dengan sempurna mampu mengecoh kiper Thailand dan membuat kedudukan menjadi 3-1.

Gol dari Ferdinand menjadi gol terakhir dalam pertandingan ini, hasil ini juga memastikan Thailand tak bisa lolos ke babak semifinal karena telah mengantongi dua kekalahan.

Susunan Pemain

Indonesia: Kunia Meiga (1), Egi Melgiansyah (8), Octovianus Maniani (10), Gunawan Dwi Cahyo (13), Hasim Kipuw (15), Andik Vermansyah (21), Diego Michiels (24), Titus Bonai (25), Hendro Siswanto (26), Patrich Wanggai (27), Abdul Rahman (28)

Cadangan: Seftia Hadi (2), Yericho Cristiantoko (5), Mahardiga Lasut (6), Yongki Aribowo (7), Ramdani Lestaluhu (11), Andritany Ardhiyasa (12), Lucas Mandowen (14), Ferdinan Sinaga (17), Stevie Bonsapia (18)

Thailand: Seeket madputeh (3), Sarach Yooyen (8), Ronnachai Rangsiyo (9), Isarapong Lilakorn (11), Kroekrit Thawikan (12), Natarid Thammroddodpon (14), Theeraton Bunmathan (15), Sutjarit Jantakol (16), Pokklaw A-Nan (17), Ukrit Wongmeena (18), Komkrit Cumsokcheak (20)

Cadangan: Panupong pijittham (1), Werawut Kayen (2), Attapong Nooprom (4), Ekkasit Chaobut (5), Adsisak Krisorn (6), Chalermsak Kaewsooktae (7), Naruphol Ar-Romsawa (10), Phonlawut Donchui (13), Tanapol Udomlap (19)

Hari Ketiga, Medali Indonesia Melejit

JAKARTA - Pertandingan SEA Games sudah memasuki hari ketiga. Perolehan medali emas Indonesia melejit pada Minggu (14/11/2011), dan meninggalkan para pesaingnya.

Seperti diketahui, pada pertandingan SEA Games Minggu kemarin, setidaknya 31 emas diperebutkan oleh para atlet berbagai negara di asia ini. Hasilnya, Indonesia berhasil menyabet sekira 17 emas.

Cabang olahraga Sepatu Roda menjadi primadona dalam pertandingan Minggu kemarin. Cabang olahraga ini berhasil menyumbang empat medali emas. Selain Sepatu Roda, sejumlah cabor juga tampil ciamik.

Cabor itu diantaranya Atletik, Kano dan Karate yang masing-masing menyumbang tiga medali emas untuk Merah Putih. Sementara itu, cabor lain yang mempersembahkan medali emas adalah Renang (dua emas), Bersepeda (satu emas) dan Loncat Indah (satu emas).

Praktis, tambahan 17 medali emas ini membuat Indonesia berada di puncak klasemen sementara klasemen SEA Games. Kontingen Merah Putih mengalahkan Thailand yang berada di peringkat kedua dan Vietnam yang ada di posisi ketiga.

Berikut lima besar klasemen SEA Games
1. Indonesia 40 Emas; 29 Perak; 21 Perunggu; Total 90
2. Thailand 21 Emas; 16 Perak; 24 Perunggu; Total 61
3. Vietnam 17 Emas; 19 Perak; 19 Perunggu; Total 55
4. Singapura 12 Emas; 17 Perak; 21 Perunggu; Total 41
5. Malaysia 9 Emas; 10 Perak; 17 Perunggu; Total 36

3 Pesilat Indonesia Tembus Semifinal

SEA Games Jakarta - Palembang /IST
SEA Games Jakarta - Palembang /IST
JAKARTA - Atlet pencak silat Indonesia untuk sementara ini berhasil mengirimkan 3 orang atlet terbaiknya menembus semifinal tanding perorangan. Tiga atlet tersebut adalah Dian Kristanto di kelas A putera, Tuti Trisnayanti dari kelas B puteri, dan Sapto Purnomo dari kelas D Putera.

Pada Kelas A putera, Indonesia menurunkan Dian Kristanto yang berhadapan dengan pesilat Myanmar, Htoo San. Kelas A putera merupakan pertandingan satu lawan satu untuk kategori berat 45- 50 kilogram.

Tak banyak yang bisa diperbuat Htoo San untuk menandingi Dian Kristanto. Meski beberapa pukulan lawan masuk, Dian tetap berhasil menang karena perolehan poin yang didapat dari bantingan, pukulan dan tendangan yang tak bisa dihalau lawannya.

Pada pertandingan untuk kelas B Putri dengan kategori berat 50-55 kiogram, Indonesia diwakili oleh pesilat Tuti Trisnayanti. Lawan yang dihadapinya berasal dari Singapura, yakni Nurindah Mursani.

Dalam pertandingan ini, Tuti bermain sangat rileks bila dilihat dari raut wajahnya yang memancarkan senyuman. Tidak mudah bagi Tuti untuk mengalahkan Nurindah yang berhasil beberapa kali memasukan pukulan dan menangkis serangan TUti, walau pada akhirnya Tuti tetap lolos karena keunggulan poin dari para juri.

Terakhir, tersaji laga tanding kelas D putera, dengan kategori berat 60-65 kilogram. Ini adalah pertarungan satu lawan satu terakhir di hari ini, dimana Indonesia diwakili pesilat Sapto Purnomo yang berhadapan dengan pesilat Laos Oland Sihalath.

Pertandingan ini menjadi laga paling seru di kelas tanding. Sapto Purnomo mendapat perlawanan keras dari Oland Sihalath yang secara agresif ingin mencuri poin. Sayang, karena terlalu agresif, pukulan Oland sering tidak tepat sasaran dan mengenai bagian yang dilarang sehingga sempat dikenai pengurangan poin. Pada akhirnya Sapto yang bermain tenang menjadi pemenang dalam laga tersebut.

Kemenangan yang diraih ketiga pesilat Indonesia tersebut membuat mereka lolos ke babak semifinal yang akan berlangsung besok. Sementara itu, pada jam 2 siang ini akan ada pertandingan kelas tunggal putera dan puteri, dimana Indonesia diwakili Eko Wahyudi di bagian putera dan Tuti Winarni di bagian puteri.

Sore Ini, Renang Targetkan Dua Emas

SEA Games Jakarta - Palembang /IST
SEA Games Jakarta - Palembang /IST
PALEMBANG - Setelah gagal mendapatkan satu medali emas dari cabang renang, kemarin, Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Tony Prihatna optimistis tim Indonesia mampu mendapatkan medali emas, pada pertandingan di hari Minggu (13/11/2011).

Seperti diketahui, cabang renang harus puas hanya berhasil mengantongi 2 perak, 2 perunggu di cabang akuatik. Satu perak berhasil dipersembahkan indra Gunawan 200 M gaya dada dan Glenn Victor 50 M gaya kupu-kupu.

Bisa dibilang, target tim renang Indonesia kemarin meleset lantaran mereka gagal mendulang emas di berbagai nomor yang dipertandingkan. Namun hal tersebut tidak lantas membuat tim renang patah arang.

Untuk pertandingan hari ini, dari enam nomor yang dilombakan PRSI yakin dapat emas dari Glenn Victor yang turun di nomor 100 M gaya kupu putra dan Indra Gunawan yang terjun di nomor 50 M gaya dada.

"Hari ini, renang optimistis dua emas dari 100 M kupu kupu putra (Glenn Victor) dan 50m gaya dada (indra Gunawan)," kata Tony saat dijumpai Okezone, Minggu (13/11/2011).

Kendati sempat meleset di hari pertama, PB PRSI masih tetap optimistis bisa merealisasikan enam target emas yang telah dicanangkan.

Emas Lagi dari Balap Sepeda

SEA Games Jakarta - Palembang /IST
SEA Games Jakarta - Palembang /IST
BOGOR - Indonesia kembali meraih medali emas dari cabang Balap Sepeda kategori cross country putra yang dilaksanakan di Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada Minggu (13/11/2011).

Pada kategori cross country, Indonesia meraih medali emas dan satu perak. Kemarin, Tim Indonesia berhasil mendapat perolehan dua medali emas dari cabang Balap Sepeda katogeri Donwhil putra dan putri.

Medali emas hari ini dipersembahkan Chandra Rafsanjani dengan catatan waktu 1 jam 29 menit, dan medali perak diraih Bandi Sugito dari Indonesia dengan catatan 1 jam 30 menit, sedangkan medali perunggu diraih Nino Surban dari Fhilipina dengan waktu 1 jam 35 menit.

Seharusnya Indonesia meraih medali perunggu karena salah satu atlit sepeda meraih posisi ketiga, namun karena aturan yang berlaku maka tidak diperbolehkan untuk meraih semua medali.

Sementara itu rencananya, kategori cross country putri akan dilaksanakan pukul 2 siang nanti.

Seorang Official Malaysia Meninggal Dunia

SEA Games Jakarta - Palembang /IST
SEA Games Jakarta - Palembang /IST
PALEMBANG - Dua hari menjelang digelarnya pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan, tim Malaysia harus kehilangan salah satu official mereka yang bernama Harun Ousman (53), Rabu (9/11/2011) sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut keterangan Irin, salah satu official Malaysia, Ousman sempat pingsan beberapa saat setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. "Beliau sempat beristirahat di tenda penginapan yang ada di bandara. Bahkan ia sempat wawancara dengan wartawan Malaysia," ujar Irin, Rabu malam.

Setelah wawancara selesai, Ousman tiba-tiba jatuh pingsan. Ofisial Malaysia pun segera memanggil ambulan SEA Games yang memang sudah disiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti ini.

Beberapa saat setelah ambulan berjalan menuju RS Myria yang berjarak kurang lebih 8 KM dari bandara, nyawa Ousman tidak tertolong lagi bahkan belum sempat mendapat perawatan dari dokter RS Myria. "Ousman sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Kami masih belum mengetahui apa penyebabnya," ujar Irin.

Berita kematian Ousman langsung sampai di telinga Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dan langsung mendatangi kamar dimana Ousman dirawat. Gubernur ikut mengantarkan kepergian Ousman ke RS Muhammad Husein Palembang untuk dilakukan visum.

Dugaan sementara, kematian Ousman disebabkan karena penyakit jantung. Namun, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit.

Susi Susanti Didaulat Menyalakan Obor

Susi Susant. Foto: PB Djarum.Org
Susi Susant. Foto: PB Djarum.Org
PALEMBANG - Mantan ratu bulutangkis nasional Susi Susanti diberi kehormatan untuk menyalakan api SEA Games XXVI di kaldron pada pembukaan di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang. Direncanakan, istri Alan Budikusuma ini akan menyalakan api di kaldron melalui flying fox.

Dikatakan Susi, proses latihan sempat membuat dirinya cemas dan ragu lantaran harus melayang diatas ketinggian 20 meter. "Lumayan takut juga, saya fikir seperti flying fox yang rendah. Ternyata tinggi banget, cemas tapi bangga mendapat kehormatan ini," ujar Susi, Kamis (10/11/2011).

Dalam latihan penyalaan api, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini mendapat instruktur dari Circus Orange. Susi menjelaskan, dalam latihan dia sempat melakukan beberapa gerakan ketika melayang.

Mulai dari smash bola hingga menghentakkan kedua tangannya layaknya bidadari sedang terbang. "Latihan sempat diulang beberapa kali karena masih agak cemas, berbeda rasanya saat melihat dari bawah dan melakukan langsung di atas," jelasnya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari instruktur, wanita yang bernama lengkap Lucia Fransisca Susi Susanti Wang Liang Xiang ini menuturkan, keberanian untuk melakukan terbang diatas Stadion timbul dengan sendirinya. "Saya tidak takut ketinggian, namun tidak menyangka akan setinggi ini. Demi suksesnnya SEA Games, saya siap terbang untuk menyalakan api di kaldron nanti," urai Susi.

Susi yang lahir di Tasikmalaya, 11 Februari 1971 ini mengatakan mendapat kabar dua minggu sebelum acara bahwa dirinya ditunjuk Menpora menjadi orang yang menyalakan api SEA Games. Walaupun belum pernah melakukan hal ini seumur hidupnya, Susi berharap acara dan penyalaan api SEA Games dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Sedangkan menurut Ketua Inasoc Sumsel Muddai Madang, penyalaan api SEA Games memang sedikit berbeda dari biasanya, karena penyalaan api tersebut dilakukan mantan atlet pebulutangkis nasional Susi.

"Tidak menggunakan panah tetapi tombak, karena kalau tombak akan lebih tepat. Konsepnya akan melayang seperti Gatot Kaca dan kita rencanakan yang akan melakukan itu atlet pebulutangkis Indonesia legendaris Susi Susanti," jelas Muddai.

Meraih Asa di Bukit Paralayang

Ilustrasi.(ist)
Ilustrasi.(ist)
BOGOR - Bogor, Jawa Barat, dipilih menjadi salah satu pemusatan latihan nasional (pelatnas) olah raga paralayang untuk menyukeskan SEA Games 2011, 11-22 November mendatang. Cabang olah raga (cabor) terjun gunung ini diharapkan dapat menyumbangkan emas bagi Indonesia.

Lokasi pertama atau tempat terbang berada di Kampung Naringgol, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Terletak di gunung Mas Puncak, latihan para atlet penantang bahaya digelar sejak dua bulan terakhir. Ya, sebanyak 14 atlet ditargetkan untuk meraih 5 medali emas dari 12 nomor yang dipertandingkan.

Mereka tidak pernah mengenal lelah meski berkali-kali latihan di bukit gunung sebagai landasan pacu. Baik dalam kondisi cuaca dingin atau panas. Bahkan, memasuki bulan November ini cuaca dingin disertai turunnya hujan membuat latihan kian berat.

"Cuaca bagaimanapun kita harus siap. Ini untungnya kita jadi tuan rumah. sehingga kita bisa adaptasi lebih dulu," ungkap pelatih tim nasional (timnas) paralayang Indonesia Dharmawan Sirin saat berbincang dengan HATTRICK. Kepala Pengprov Paralayang Jawa Barat ini mengaku pasukan paralayang Indonesia memiliki waktu persiapan yang cukup.

Tepat satu tahun sejak dilakukan seleksi yang diikuti 28 atlet, kata Dharmawan, kini hanya 14 atlet yang dipersiapkan. Kini, timnas paralayang sudah tidak mungkin untuk mundur dari kejuaraan terbesar di Asia Tenggara. Dari cabang olah raga (cabor) ini juga emas sangat diharapkan memberikan sumbangsih demi terwujudnya target juara umum Indonesia.

Soal calon lawan, timnas Indonesia sudah menatap lebih jauh. "Yang kuat di Asia adalah Jepang dan Korea. Mungkin kalau di Asia Tenggara datangnya dari Thailand. Tapi kita lihat Malaysia juga bagus hari ini dalam menguji medan," terangnya. 5 emas ditargetkan dari jumlah 12 nomor paralayang.

Di lokasi yang juga merupakan tujuan wisata utama di Jawa Barat ini belasan atlet melakukan pemanasan sebelum digelarnya pertandingan pada 13 November nanti. "Setiap minggu atlet kita terus memperbanyak jam terbang. Selain itu, untuk beberapa nomor, kita menguasai teknik ekstrem. Yang jelas, atlet kita sudah di atas 500 jam terbang," terangnya. Para atlet menguasai tiga bidang yakni ketepatan mendarat, lintas alam jarak terbatas dan lintas alam jarak terbuka.

Dengan udara yang sejuk, nyaman dan pemandangan yang indah, menjadi tempat yang sangat menyenangkan untuk terbang bebas di alam raya. Dharmawan menambahkan, paralayang Indonesia juga memiliki target untuk masuk 10 besar nomor lintas alam. "Bagaimana caranya? hanya dengan terus menambah jam terbang," jelasnya.

Indonesia sangat berharap dari cabor ekstrem ini pada SEA Games menyusul raihan terbanyak 7 dari 8 emas pada kejuaraan Asian Beach Games tahun 2008 lalu. Lokasi pendaratan di Kampung Pensiunan, Gunung Mas Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor inilah sangat diharapkan emas didaratkan oleh anak bangsa.

"Sekalipun keadaan cuaca yang ekstrem tidak menurunkan kemampuan para atlet untuk bertanding. Kita ingin memperoleh hasil terbaik di rumah sendiri," pungkasnya.

Prestasi Paralayang
Juara Dunia 2010 dan 2011 (putri)
Juara Umum Asean Beach Games 2008

Bonus Bertingkat Menanti Garuda Muda

Foto: Latihan Timnas U-23 jelang lawan Singapura (Heru Haryono/okezone)
Foto: Latihan Timnas U-23 jelang lawan Singapura (Heru Haryono/okezone)
JAKARTA - Penanggung jawab timnas, Bernard Limbong menyatakan, bonus para pemain SEA Games akan diberikan, sesuai dengan tahapan pertandingan yang dilalui timnas Indonesia di ajang SEA Games. Dia menjelaskan bonus terus meningkat jika timnas Indonesia bisa terus meraih kemenangan.

Inisiatif memberikan bonus bagi atlet yang meraih emas memang telah dicanangkan Kemengpora sebelumnnya. Bonus sebesar Rp200 juta kepada para atlet telah menanti jika mereka sanggup menggondol medali emas. Pun demikian dengan cabang sepak bola yang memberikan bonus jika tim Garuda Muda berhasil meraih hasil gemilang di pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu.

Hanya, sejauh ini Limbong belum bisa memberikan kepastian berapa jumlah nominal bonus tersebut. Maklum, karena kontingen Indonesia tidak hanya dari cabang sepak bola saja.

"Bonus SEA Games bertingkat dan berlanjut. Bagaimanapun, kontingen Indonesia bukan hanya dari sepak bola cash (bonus) day by day," ucap Jendral bintang satu ini dalam jumpa persnya di kantor sekretariat PSSI, Rabu (9/11/2011).

Setelah dicecar pertanyaan lebih jauh, Limbong akhirnya membocorkan sedikit rahasia terkait pemberian insentif dari PSSI kepada pemain timnas.

"Kalau Menegpora Rp200 juta minimal PSSI juga 200 juta bonus bertingkat dan berlanjut kalau menang (emas) 200 juta plus. Saya kira timnas kita bisa meraih sejarah baru terakhir emas 1991,"bilang Limbong.

Lantas bagaimana Limbong menanggapi pertanyaan tentang bonus untuk 27 pemain yang didaftarkan PSSI, sedangkan kouta skuad SEA Games hanya yang boleh bermain hanya 20 pemain?

"Untuk menjaga kekompakan tim tetap 27 pemain. Kita lihat dari Menegpora bila memberikan 200 juta per 20 pemain, otomatis PSSI menanggung sisanya itu konsekuensi logis dari komitmen kita. Mereka tetap satu bagian, karena kualitas permainan mereka sama, tetapi kuotanya 20 pemain, terpaksa pelatih menampilkan 20 pemain," tuntas Limbong.

Pelatih Malaysia Pusing Strikernya Sakit Perut

Skuad Malaysia.(foto:Daylife)
Skuad Malaysia.(foto:Daylife)
JAKARTA – Di tengah persiapan menghadapi Thailand sore nanti, pelatih Malaysia Ong Kim Swee dipusingkan dengan masalah sakit perut Izzaq Faris Ramlan. Situasi ini tentu kurang baik bagi amunisi di barisan depan pasukan Harimau Malaya.

Pada pertandingan tanpa gol menghadapi Singapura Senin lalu, Ong Kim Swee sempat menurunkan Izzaq di 15 menit terakhir, padahal menurut dia saat itu Izzaq juga sedang mengalami diare.

“Sebenarnya masalah diare yang dialami Izzaq membuat dia tidak dapat beraksi kemarin, namun saya tidak punya pilihan selain menurunkannya saat menghadapi Singapura,” kata Kim Swee, seperti dikutip Utusan, Rabu (9/11/2011).

Menurut Kim, walaupun hanya beraksi 15 menit, kehadiran Izzaq di lapangan membuat lini depan Malaysia semakin tajam.”Dia punya kelebihan karena fisiknya yang tinggi dan permainannya,” ujar dia.

Dia pun berharap masih bisa menurunkan Izzaq, di partai yang krusial ini di mana Malaysia wajib mendulang poin penuh dari gawang Thailand, sebab selanjutnya, Malaysia kembali harus menghadapi tuan rumah Indonesia.

Mengenai penyebab diare, Kim Swee mengaku belum bisa mengetahui pasti.”Semua pemain mengambil makanan yang sama, tetapi hanya Izzaq yang mengalami diare.Mungkin dia mengambil makanan atau minuman yang tercemar, itu saya tidak tahu,” jawab Kim.

Mengulas peluang pasukannya menaklukan Thailand, Kim Swee mengakui Gajah Putih adalah tim kuat.Namun dia yakin Malaysia bisa mengatasinya, karena memiliki waktu beradaptasi lebih karena lagan anti merupakan yang kedua, sementara Thailand baru akan melakoni laga perdana.

Wasit SEA Games Tempati Hotel Terapung

Foto: Ist
Foto: Ist
PALEMBANG - Kapal Penumpang Lambelu dengan daya tampung 2000 orang penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merapat di Dermaga Boombaru, Palembang, Jumat (4/11/2011). Kapal ini diperuntukan bagi wasit SEA Games XXVI yang tidak kebagian kamar hotel.

Director Games Services/Facilities Inasoc pusat Feri Sunardi mengatakan, kapal Pelni dan Angkatan Laut yang bersandar di Dermaga Plaju akan menjadi home base para wasit nasional dan internasional, yang terdiri 480 wasit nasional (ITO) dan 145 orang wasit Internasional dari negara-negara peserta SEA Games.

“Kapal ini cukup bagus dan berkelas sehingga siap digunakan. Selain wasit, kapal juga diperuntukan bagi wartawan tanpa dipungut biaya apapun,” kata Feri, Sabtu (5/11/2011).

Menurutnya, untuk mendukung pelaksanaan SEA Games di Sumsel, Kementerian Perhubungan mengerahkan dua kapal penumpang dan saat ini kapal KM Lambelu milik PT Pelni sudah tiba dan hari ini, Sabtu, 5 November akan ada satu kapal lagi milik TNI AL. Dari dua kapal ini, diperkirakan bisa menampung 4.000 orang lebih. Namun tidak semua kamar yang tersedia dipakai, terlebih kelas ekonominya.

“Fasilitas yang ada setara hotel, bisa dibilang kapal ini adalah hotel terapung. Kapasitas dua kapal ini sudah banyak membantu bahkan sama dengan satu hotel penuh,” ucapnya.

Dari dua kapal itu, masing-masing kamar yang digunakan 400 tempat tidur atau hanya 800 kamar, yang terdiri kelas bisnis saja sedang kelas ekonomi tidak dipakai. Selama SEA Games di Palembang, KM Lambelu disandarkan di Dermaga 11, Refinary Unit II Plaju karena dekat Jakabaring Sport City (JSC).

Tibo: Semoga Tuhan Berikan yang Terbaik

Skuad Garuda.(foto:Heru Haryono/okezone)
Skuad Garuda.(foto:Heru Haryono/okezone)
JAKARTA - Ketangguhan Garuda Indonesia kembali diuji di laga kedua menghadapi Singapura, Jumat nanti.Usai menghabisi Kamboja 6-0, skuad Timnas U-23 bertekad  tampil maksimal dan mengamankan poin tambahan untuk menjaga asa lolos ke semifinal.

Kemenangan besar atas Kamboja patut disyukuri namun Indonesia harus mulai melupakannya dan bekerja keras lagi mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya. Timnas pun berharap bisa membenahi kelemahan yang masih dilakukan saat pesta gol ke gawang Angkor Warriors, julukan Kamboja.

Dalam latihan sore nanti, timnas U-23 pelatih Rahmad Darmawan kemungkinan besar akan mematangkan kerja sama tim dalam membagi ruang terutama saat bertahan.

"Kita masih sering terlambat mengambil posisi mengantisipasi pergerakan lawan," evaluasi pelatih yang akrab di sapa RD ini.

"Kita harus lebih semangat," kata Striker Timnas U-23 Patrich Wanggai yang mencetak hattrick di laga perdana Senin lalu.Patrich juga mengakui ada kekurangan dalam tim yang tidak boleh terulang di laga selanjutnya.

Di bagian lain, winger mungil Oktovianus Maniani menyatakan siap untuk bertarung. Siapapun lawan yang akan dihadapi, Indonesia harus mengincar kemenangan.

"Mudah-mudahan Tuhan berikan yang terbaik seperti hasil yang pertama," di kesempatan lain striker Titus Bonai menambahkan.VIDEO: Bungkam Singapura!